Buya, Ayunannya Mana?

Lha, plosotannya kok lobang?”

Buya, ayunannya mana?”

Kok ngga dibetulin Ya?”

Hatim; putera pertama saya seriiiiing banget bertanya, dan sering kali membuat saya dan uminya kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Kalau yang dia tanyakan,  mengapa orang harus sarapan, mengapa orang harus minum setelah makan, atau mengapa anak kecil tidak boleh tidur terlalu malam, kita bisa menjawabnya dengan mudah.

Lha, kalau pertanyaannya, mengapa buah ini (sambil memegang buah mangga) disebut mangga, buah mangga dibuat dari apa, atau mengapa memejamkan mata di malam hari disebut tidur ? Mampus kita :D , kita kudu berpikir dulu.

Ahad kemarin, saya, hatim, beserta ade dan uminya main ke Taman bermain yang letaknya ngga jauh dari rumah. Kira-kira sepelemparan batulah. Dalam perjalan ke Taman Bermain, Hatim dengan girangnya menceritakan ke adeknya bahwa di Taman bermain nanti, ada bermacam-macam permainan. Dia menyebutkan kata plosotan, ayunan, tiang manjat-manjat :D .

Namun, betapa kecewanya si Kakak (panggilan sehari-hari) ketika sampai di Taman Bermain. Apa yang dia harapkan, tidak terwujud. Dia ngga bisa bermain sama sekali.

"Ini pantatnya bisa sakit ya abuya?"

"Ayunannya mana ini buya?"

Akhirnya si Kakak hanya bisa bermain ini neh. Itupun ngga bisa disebut bermain, wong dia kesakitan dan teriak-teriak :D

"Aduh, kakinya sakit." :(

Pertanyaan-pertanyaan polos ini kembali terngiang di telinga saya

Lha, plosotannya kok lobang?”

Buya, ayunannya mana?”

Kok ngga dibetulin Ya?”

Dua tahun yang lalu ketika kami mudik, sudah seperti ini kondisinya.

Ada yang tahu, siapa yang  mesti menjawab pertanyaan-pertanyaan si Kakak? Tentunya  jawaban yang bisa memuaskan dahaga bermain si Kakak dan anak-anak seusianya yang tinggal di sekitar Taman bermain itu.

Bisa jadi pertanyaan-pertanyaan polos ini susah sekali ditemukan jawabannya. Buktinya, dua tahun berlalu, belum juga ada instansi  yang bisa menjawabnya. Hmmmm..

#Warkop Carita, 03:32 Dinihari…

Bentar lagi Subuh, si Kakak pasti sedang tertidur pulas.  Mungkin saja dia bermimpi Taman Bermainnya sudah bisa digunakan kembali.

Advertisement

Keyword Spyglass 300x250

8 Responses to “Buya, Ayunannya Mana?”

  1. anbhar

    Feb 01. 2011

    itu taman bermain yang di lapangan PLN Hertasning yah?
    taman itu klo ndak salah diambil alih sama PLN…
    salah satu kelemahan kita, tidak bisa merawat :D itumi contohna, fasilitas cepat rusak :D

    Reply to this comment
    • Shiv

      Feb 10. 2012

      well, wish your sptuorps can be great way to take up busby seo test team from indonesia.

      Reply to this comment
  2. tqdr

    Feb 02. 2011

    Iye, yang di Hertasning.
    Sudah dua tahun terbengkalai, ndak diperbaiki.

    Reply to this comment
  3. Ipul Dg. Gassing

    Feb 02. 2011

    Sedih memang kalau lihat kenyataan begitu..
    kota Makassar kekurangan banyak tempat bermain yang nyaman dan gratis. yang ada hanya mall dan mall, yang mengharuskan kita membayar jika ingin mengajak anak-anak bermain..

    Reply to this comment
  4. tqdr

    Feb 07. 2011

    Betul, anak-anak sekarang hanya tau boom-boom car, mandi bola, dan sejenisnya. Dan, harus mengeluarkan uang :D

    Reply to this comment
  5. mappe

    Mar 25. 2011

    Mau main bola, asin atau cange di sekitar rumah juga sudah susah…

    Mungkin AM bisa bikin acara peduli taman bermain anak kali ya ? Bijimana caranya di ?

    Reply to this comment
  6. Hardy Halbi Nuralim

    Dec 12. 2011

    kasih tau kantor PLnya om takdir. untuk di renovasi biar taman bermainnya kembali banyak di ikuti orang lagi.

    Reply to this comment

Trackbacks/Pingbacks

  1. Rindu Taman Bermain - February 5, 2011

    [...] hari, saya sempat blogwalking ke blog seorang teman. Isi postingannya berjudul “Buya Ayunannya Mana ? ” Ceritanya tentang keprihatinan beliau terhadap kondisi sebuah taman bermain dekat rumah yang [...]

Leave a Reply