Sebut saja Roem, mahasiswa berdarah Makassar , sedang menuntut ilmu komputer di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dia begitu tergila-gila sama cewek India, sehingga obsesi terbesarnya adalah memperistrikan wanita India. Menurutnya, wanita India adalah wanita paling cantik di dunia. Dia juga mengira semua wanita India cantik. Roem adalah teman sekamar saya dalam rentang waktu 2001-2004. Tongkrongannya tinggi besar, berkulit agak gelap dengan rambut yang dibiarkan tergerai melewati bahu. Di balik kegarangannya, ia berhati lembut. Sebut-sebutlah nama Kajol Devgan, Kareena Kapoor, atau Aishwarya Rai di dekatnya, Roem akan berhenti dari kerjaannya dan mendekat dengan mata yang berbinar-binar, lalu memintamu bercerta tentang orang-orang yang diidolakannya. Ya..Bollywood adalah seleranya. Entah sudah berapa kali Kabhi khusi kabhi khusi gham ditontonnya. Dan selalu saja bulir-bulir air mata akan terlihat menetes di pipinya. Saya pernah bertanya padanya, mengapa dia begitu terobsesi kepada wanita India. Jawabannya lelaki banget, karena mereka cantik-cantik dan bodynya semlehok.
India di mata Roem hanya selebar layar televisi, itupun lebih dipersempit lagi, sesempit Bollywood. Dia tidak pernah melihat wajah India dari siaran National Geographic atau siaran-siaran lainnya.
Canu, teman saya yang lain, sekaligus tetangga. Aktif di sebuah organisasi berlatar agama, sangat membenci orang Amerika. Segala hal yang berbau Amerika, baik dari produk maupun makanan dan minuman dia tidak suka. Alasan utamanya adalah karena dia sangat membenci George W.Bush. Karena Geoge W.Bush orang Amerika, maka semua yang berbau Amerika pun ia tolak.
Setelah tinggal di Jogja 10 tahun lebih, di tahun 2010 saya kembali ke Makassar. Di tahun-tahun terakhir saya di Jogja, terlalu sering tetangga atau teman kantor bertanya seperti ini, “Kenapa ya, orang-orang Makassar itu kasar-kasar. Sukanya ribuut terus. Tawuran melulu, angka kriminalitasnya tinggi.” “Hampir tiap hari berita tawuran mahasiswa muncul di televisi, dan berita criminal yang disiarkan tv selalu menampilkan tindak kejahatan di Makassar. “ Saya jadi takut ke Makassar.” Hati ini tertohok, sedih, kesal bercampur marah. Stigma “Makassar itu kasar melekat kuat di benak teman dan tetangga saya. Dan, bisa jadi di benak orang-orang juga seperti itu.
Roem, Canu dan teman-teman di Jogja tidak sepenuhnya salah. Mereka hanya kurang bijak dalam menilai sesuatu. Mereka melihat kesalahan invidu lalu mengeneralisir kepada kelompok besar. Suka men-generalisasi seperti ini sering disebabkan oleh kebuntuan berpikir (intellectual cul-de-sac), seperti yang dituliskan oleh Kang Jalal dalam bukunya “Rekayasa Sosial” Menurut beliau,terdapat tujuh kesalahan yang muncul akibat kebuntuan pemikiran, di antaranya adalah fallacy of dramatic instance yaitu kecenderungan untuk melakukan analisa masalah sosial dengan penggunaan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat general atau umum (over generalisation).
Kenapa bisa terjadi generalisasi seperti ini? Bisa jadi karena media, pengalaman atau asumsi keliru
Media yang dikonsumsi Roem sehari-hari hanyalah televisi, itupun sebatas Bollywood. Ini yang menyebabkan dia berasumsi bahwa semua wanita India cantik. Semua wanita India seperti Kajol Devgan atau Aishwarya Rai. Media juga yang menyebabkan Canu benci habis-habisan kepada orang Amerika. Dia berpikir semua orang Amerika sama perangainya dengan George W. Bush, padahal banyak juga warga Amerika yang menentang arogansi Goerge W. Bush. Begitu pula tema-teman dan tetangga saya di Jogja. Makassar yang mereka tahu hanyalah selebar 14-40 inchi saja. Mereka belum pernah melihat langsung Makassar . Mereka belum pernah merasakan keramahan, kelembutan dan kehalusan budi pekerti orang-orang Makassar. Yang mereka tahu, orang-orang Makassar itu ya seperti yang mereka lihat di tivi. Kasar, suka tawuran dan doyan kriminal. Mereka tidak tahu bahwa sumbangsih atlet-atlet sulsel di Sea games baru-baru ini cukup besar dalam perolehan medali. Teman dan tetangga di Jogja sana tidak tahu betapa banyak torehan prestasi dari mahasiswa-mahasiwa Makassar yang mereka anggap kasar , baik dari segi seni budaya maupun teknologi. Sebut saja, Paduan Suara Mahasiswa Unhas yang berhasil meraih dua medali emas dalam ajang The American International Choral Festival (AICF) 2011, di kota Reno-Tahoe, negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Di ajang bergengsi ini, Indonesia mengirimkan dua wakilnya, dan dua-duanya dari Makassar. Belum lagi prestasi mahasiswa Makassar dalam lomba robot tingkat Nasional, dan segudang prestasi lainnya.
Alangkah buruknya dampak dari generalisasi ini. Roem tersiksa oleh obsesinya sendiri. Dia terpaku dalam dunia 14 inchi. Dan, melupakan ratusan wanita yang lebih halus perangainya bahkan lebih cantik dari wanita-wanita India
Betapa ruginya Canu, dia menolak setiap kali diajak makan di tempatnya Kolonel Sanders. Ketakutan teman dan tetangga saya di Jogja akan merugikan dirinya sendiri. Begitu elok pemandangan pantai dan pulau-pulau di sekitar Makassar. Ditambah dengan keramahan dan kehalusan perangai penduduknya. Dan, betapa menggodanya wisata kuliner yang berjejer di setiap sudut kota makassar. Mereka tidak bisa menikmatinya karena tidak berani ke Makassar.
Jadi, generalisasi seperti ini adalah sebuah kesalahan dan sangat merugikan. Karena itu, sejak Anda membaca tulisan saya ini, berhentilah menggeneralisasi kota kami. Hilangkan asumsi tanpa pembuktian. Berhentilah menjadikan media sebagai referensi absolut, cukupkanlah hanya sebagai media informasi .
Datanglah kemari, kami akan menyajikan keindahan wisata, keramahan lingkungan plus kuliner yang sangat menggoda sebagai santapan yang tak kan terlupakan. Makassar tidak kasar kawan! Makassar kota yang indah dan ramah penduduknya.
Kami tunggu




Nanie
Nov 30. 2011
Datanglah buktikan keremahan kami. temui kami sambil membawa ole2 #ihik *ditappe’*
tqdr
Nov 30. 2011
Nah…seperti kata pepatah “saling memberi hadiahlah kamu, niscaya kamu akan saling mencintai”
n t a n
Dec 07. 2011
remah-remah kue *mendadak lapar*
tqdr
Dec 07. 2011
Halaaah..dimaapken tawwa kaka..bukan di milis
Atau orang melayu kah?
faizalramadhan
Nov 30. 2011
Asiiik sekali. Jangan melihat Makassar hanya dalam sebuah kotak 14″.
tqdr
Nov 30. 2011
Jadi…besok kita beli layar lebar ya Cal.
Hardy Halbi Nuralim
Dec 02. 2011
lebih baik datang ajah lansung ke makassar dan keliling kota daeng n lihat makassar kasar or tidak kasar.
tqdr
Dec 07. 2011
Siap ngantar mutar-mutar to De?
Hardy Halbi Nuralim
Dec 07. 2011
siap, yang penting sehari Rp 100 rb blm trmsk uang bensing n konsumsi. hahaha..
Fatmawati
Dec 02. 2011
Over all tulisannya bagus banget, ttg India..promosi wanita kita lebih cantik -OK, ttg USA jangan dong promo ttg KFC – baguslah klo Canu gak suka KAN konro bakar, coto Mangkasara or Papeda lebih enak dan sehat alias halalan toyyiban?…so jalan terus…Majulah Indonesia, dan Makassar khususnya:)
tqdr
Dec 07. 2011
So pasti wanita-wanitakita banyak yang lebih cantik
Owh..maaf, saya tidak bermaksud promo..soale ini bener-bener kejadian..orangnya ada..dan memang ga mau diajak makan di situ.Hmmm..kalo diganti kalimatnya…jadinya apa Ya? #mikir
Makasih dah mampir
unggulcenter
Dec 06. 2011
Tulisan yang keren.. cara menyajikannya juga asik.. #menyembah
Tapi tadi kalau bollywood.. aku lebih suka agak2 latin gitu *nyambung kemana bingung ini.. tapi keturunan latin tak semua jadinya seperti jessica alba atau jennifer lopez ya daeng *sedih
tqdr
Dec 07. 2011
ntar syirik lho Ngul.
Weh, seleranya latin om Unggul, tapi ga mesti latin kan? Jadi? cewek mBogor ato Makassar Nih?
Mksh dah mampir
supet
Dec 07. 2011
keren kaka…
sy berpikir wanita Uzbek cantik2, hmmm..
mudah-mudahan tdk bernasib seperti Roem dan Bollywood
tqdr
Dec 07. 2011
Addeh, selerana Uzbek..itue gadis-gadis bugis tetanggaku cantik-cantik
makasih Om daeng..luranga dulue
n t a n
Dec 07. 2011
slamat ya simbaah
tqdr
Dec 07. 2011
Makasih
Jadi dihibahkan?
nanie
Dec 08. 2011
kubilang memangjaaaa, menangki
)
tqdr
Dec 10. 2011
Alhamdulillah…terima kasih paeng, ka doatamitu to
jadi, kapan ini kopdar di TS
anugerah (ugha)
Dec 29. 2011
Memang daeng, Saya juga cuma bisa bilang ke mereka kalau Makassar tidak seperti yang nampak. Itu hanya sebagian orang saja.
Sampai saya bilang begini : “kami tidak seperti itu. Kami, kalau seseorang datang bertamu ke rumah, ga usah takut kelaparan. Ibaratnya, kerak nasi yang ada di pancipun kami keluarkan untuk menjamu tamu. Kalaupun tak ada sesuatu di rumah, lebih baik kami ngutang daripada tamu ga makan.
Diluar dari stereotype Makassar orang-orangnya Kasar, dan kerjanya cuma tawuran, berkelahi dan kekerasan-kekerasan lainnya, silahkan datang dan buktikan.
Toh, penilaian yg hanya tampak di permukaan bukan sebagai jaminan, iya – bukan?
Insya Allah bukan…
luniet
Feb 11. 2012
Iye..bisami satu postingan ini
Kendarikita.com
Jan 19. 2012
Artikelnya menarik, salam.
tqdr
Jan 27. 2012
Terima kasih sudah mampir. Salam dari Tetangga kampung:D
Nebs
Feb 07. 2012
walaupun kluar maksasar kita banyak dianggap kasar,,,tp kami yg merantau tetap menjaga sikap untuk tidak membenarkan pendapat mereka.kita tetap menjaga kualitas hati dan SDM ,,,,,,,tdak nuambungki di…..
luniet
Feb 11. 2012
mantap daeng..demi menjaga nama baik juga kan
makasih
jalmatrix
Feb 11. 2012
Saya orang tidak setuju jika di sebut ‘kasar’, kalau dibilang ‘keras’ itulah watak asli Makassar hehehe
Cuma yang ingin kutanyakan,”Masihkah ejapi na doang?”
luniet
Feb 11. 2012
Yup, lebih tepat jika dikatakan berwatak keras.
Kalau eja tongpi na doang..masih ada yang menerapkan itu, tapi ada juga yang sudah tidak menerapkannya daeng
tqdr
Dec 07. 2011
Weehh, alhamdulillah..makasih Pacca *salim*
Hardy Halbi Nuralim
Dec 07. 2011
selamat yah om taqdir sukses selalu.. (y)