• Sep : 29 : 2010 - Habbatus Sauda Mencegah Sirosis Hati
  • Sep : 27 : 2010 - Keajaiban Habbatus Sauda
Keramahan Makassar

Sebut saja Roem, mahasiswa  berdarah Makassar , sedang  menuntut ilmu komputer di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dia begitu tergila-gila sama cewek India, sehingga obsesi terbesarnya adalah  memperistrikan  wanita  India. Menurutnya,  wanita India adalah wanita paling cantik di dunia. Dia juga mengira semua wanita India cantik. Roem adalah teman sekamar saya dalam rentang waktu 2001-2004. Tongkrongannya tinggi besar, berkulit agak gelap dengan rambut yang dibiarkan tergerai melewati bahu. Di balik kegarangannya, ia berhati lembut.  Sebut-sebutlah nama Kajol Devgan, Kareena Kapoor, atau Aishwarya Rai di dekatnya, Roem akan berhenti dari kerjaannya dan mendekat dengan mata yang berbinar-binar,  lalu memintamu bercerta tentang orang-orang yang diidolakannya. Ya..Bollywood adalah seleranya. Entah sudah berapa kali Kabhi khusi kabhi khusi gham ditontonnya. Dan selalu saja bulir-bulir air mata akan terlihat menetes di pipinya. Saya pernah bertanya padanya, mengapa  dia begitu terobsesi kepada wanita India. Jawabannya  lelaki banget, karena mereka cantik-cantik dan bodynya semlehok.

India di mata Roem hanya selebar layar televisi, itupun lebih dipersempit lagi, sesempit Bollywood. Dia tidak pernah melihat wajah India dari  siaran National Geographic atau siaran-siaran lainnya.

Canu, teman saya yang lain, sekaligus tetangga.  Aktif di sebuah organisasi berlatar agama, sangat membenci orang Amerika. Segala hal yang berbau Amerika, baik dari produk  maupun makanan  dan minuman dia tidak suka.  Alasan utamanya adalah karena  dia sangat membenci George W.Bush. Karena Geoge W.Bush orang Amerika, maka semua yang berbau Amerika pun ia tolak.

Setelah tinggal di Jogja 10 tahun lebih, di tahun 2010 saya kembali ke Makassar.  Di tahun-tahun terakhir saya di Jogja,  terlalu sering tetangga atau teman kantor bertanya seperti ini, “Kenapa ya, orang-orang Makassar itu kasar-kasar. Sukanya ribuut terus.  Tawuran melulu,  angka kriminalitasnya tinggi.” “Hampir tiap hari berita  tawuran mahasiswa muncul di televisi,  dan  berita criminal yang disiarkan tv selalu menampilkan  tindak kejahatan di Makassar. “  Saya  jadi takut ke Makassar.”  Hati ini tertohok, sedih, kesal bercampur marah. Stigma “Makassar itu kasar melekat kuat di benak  teman dan tetangga saya. Dan, bisa jadi  di benak orang-orang  juga seperti  itu.

makassar tidak kasar

 Roem, Canu  dan teman-teman di Jogja tidak sepenuhnya salah. Mereka hanya kurang bijak dalam menilai sesuatu. Mereka melihat kesalahan invidu lalu mengeneralisir kepada kelompok besar. Suka men-generalisasi seperti ini  sering disebabkan  oleh kebuntuan berpikir  (intellectual cul-de-sac), seperti yang dituliskan oleh Kang Jalal dalam bukunya “Rekayasa Sosial” Menurut beliau,terdapat tujuh kesalahan yang muncul akibat kebuntuan pemikiran, di antaranya adalah fallacy of dramatic instance yaitu kecenderungan untuk melakukan analisa masalah sosial dengan penggunaan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat general atau umum (over generalisation).

Kenapa bisa terjadi generalisasi seperti ini? Bisa jadi karena media, pengalaman atau asumsi keliru

Media  yang  dikonsumsi  Roem sehari-hari hanyalah televisi, itupun sebatas Bollywood. Ini yang menyebabkan dia berasumsi bahwa semua wanita India cantik. Semua wanita India seperti Kajol Devgan atau Aishwarya Rai.  Media juga yang menyebabkan  Canu  benci habis-habisan kepada orang  Amerika. Dia berpikir semua orang Amerika sama perangainya dengan George W. Bush, padahal banyak juga warga Amerika yang menentang arogansi Goerge W. Bush.  Begitu pula tema-teman  dan tetangga saya di Jogja. Makassar yang mereka tahu hanyalah selebar  14-40 inchi saja.  Mereka belum pernah  melihat langsung Makassar . Mereka belum pernah merasakan keramahan,  kelembutan dan kehalusan budi pekerti  orang-orang Makassar.  Yang mereka tahu, orang-orang  Makassar itu ya seperti yang mereka lihat di tivi.  Kasar, suka tawuran dan doyan kriminal. Mereka  tidak tahu bahwa sumbangsih atlet-atlet sulsel di Sea games baru-baru ini cukup besar dalam perolehan medali.  Teman dan tetangga  di Jogja sana  tidak tahu betapa banyak torehan prestasi dari mahasiswa-mahasiwa Makassar yang mereka anggap kasar , baik dari segi seni budaya  maupun teknologi. Sebut saja, Paduan Suara Mahasiswa Unhas yang berhasil meraih dua medali emas dalam ajang The American International Choral Festival (AICF) 2011, di kota Reno-Tahoe, negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Di ajang bergengsi ini, Indonesia mengirimkan dua wakilnya, dan dua-duanya dari Makassar. Belum lagi prestasi mahasiswa Makassar dalam lomba robot tingkat Nasional, dan segudang prestasi lainnya.

Alangkah buruknya dampak dari generalisasi  ini. Roem  tersiksa  oleh  obsesinya sendiri. Dia terpaku  dalam dunia 14 inchi. Dan, melupakan  ratusan wanita yang lebih halus perangainya bahkan lebih cantik dari wanita-wanita India :D Betapa ruginya Canu, dia  menolak  setiap kali diajak makan di tempatnya Kolonel Sanders.  Ketakutan  teman dan tetangga saya di Jogja akan merugikan dirinya sendiri. Begitu elok pemandangan pantai dan pulau-pulau di sekitar Makassar.  Ditambah dengan keramahan dan kehalusan perangai penduduknya. Dan, betapa menggodanya wisata kuliner  yang berjejer di setiap sudut kota makassar. Mereka tidak bisa menikmatinya karena tidak berani ke Makassar.

Jadi,  generalisasi seperti ini adalah sebuah kesalahan dan sangat merugikan.  Karena itu, sejak Anda membaca tulisan saya ini, berhentilah menggeneralisasi kota kami. Hilangkan asumsi tanpa pembuktian. Berhentilah menjadikan media sebagai referensi absolut, cukupkanlah  hanya sebagai media informasi .

Datanglah kemari, kami akan menyajikan keindahan wisata, keramahan lingkungan plus kuliner yang sangat menggoda sebagai santapan yang tak kan terlupakan. Makassar tidak kasar kawan! Makassar kota yang indah dan ramah  penduduknya.

Kami tunggu

Categories: Komunitas

30 Responses so far.

  1. Nanie says:

    Datanglah buktikan keremahan kami. temui kami sambil membawa ole2 #ihik *ditappe’*

  2. Asiiik sekali. Jangan melihat Makassar hanya dalam sebuah kotak 14″.

  3. lebih baik datang ajah lansung ke makassar dan keliling kota daeng n lihat makassar kasar or tidak kasar.

  4. Fatmawati says:

    Over all tulisannya bagus banget, ttg India..promosi wanita kita lebih cantik -OK, ttg USA jangan dong promo ttg KFC – baguslah klo Canu gak suka KAN konro bakar, coto Mangkasara or Papeda lebih enak dan sehat alias halalan toyyiban?…so jalan terus…Majulah Indonesia, dan Makassar khususnya:)

    • tqdr says:

      So pasti wanita-wanitakita banyak yang lebih cantik :D
      Owh..maaf, saya tidak bermaksud promo..soale ini bener-bener kejadian..orangnya ada..dan memang ga mau diajak makan di situ.Hmmm..kalo diganti kalimatnya…jadinya apa Ya? #mikir
      Makasih dah mampir :D

  5. unggulcenter says:

    Tulisan yang keren.. cara menyajikannya juga asik.. #menyembah

    Tapi tadi kalau bollywood.. aku lebih suka agak2 latin gitu *nyambung kemana bingung ini.. tapi keturunan latin tak semua jadinya seperti jessica alba atau jennifer lopez ya daeng *sedih

    • tqdr says:

      ntar syirik lho Ngul.
      Weh, seleranya latin om Unggul, tapi ga mesti latin kan? Jadi? cewek mBogor ato Makassar Nih?
      Mksh dah mampir

  6. supet says:

    keren kaka…
    sy berpikir wanita Uzbek cantik2, hmmm..
    mudah-mudahan tdk bernasib seperti Roem dan Bollywood

  7. n t a n says:

    slamat ya simbaah
    :D

  8. nanie says:

    kubilang memangjaaaa, menangki :) )

  9. Memang daeng, Saya juga cuma bisa bilang ke mereka kalau Makassar tidak seperti yang nampak. Itu hanya sebagian orang saja.

    Sampai saya bilang begini : “kami tidak seperti itu. Kami, kalau seseorang datang bertamu ke rumah, ga usah takut kelaparan. Ibaratnya, kerak nasi yang ada di pancipun kami keluarkan untuk menjamu tamu. Kalaupun tak ada sesuatu di rumah, lebih baik kami ngutang daripada tamu ga makan.

    Diluar dari stereotype Makassar orang-orangnya Kasar, dan kerjanya cuma tawuran, berkelahi dan kekerasan-kekerasan lainnya, silahkan datang dan buktikan.

    Toh, penilaian yg hanya tampak di permukaan bukan sebagai jaminan, iya – bukan?

    Insya Allah bukan… :D

  10. Artikelnya menarik, salam.

  11. Nebs says:

    walaupun kluar maksasar kita banyak dianggap kasar,,,tp kami yg merantau tetap menjaga sikap untuk tidak membenarkan pendapat mereka.kita tetap menjaga kualitas hati dan SDM ,,,,,,,tdak nuambungki di…..

  12. jalmatrix says:

    Saya orang tidak setuju jika di sebut ‘kasar’, kalau dibilang ‘keras’ itulah watak asli Makassar hehehe :)
    Cuma yang ingin kutanyakan,”Masihkah ejapi na doang?”

    • luniet says:

      Yup, lebih tepat jika dikatakan berwatak keras.
      Kalau eja tongpi na doang..masih ada yang menerapkan itu, tapi ada juga yang sudah tidak menerapkannya daeng

Leave a Reply


Featured Video

WordPress Theme Premium Dibagi...

Posted on Feb - 8 - 2012

0 Comment

Wallpaper Kartun

Posted on Feb - 5 - 2012

0 Comment

Bingkisan Dari Hati

Posted on Jan - 27 - 2012

6 Comments

Puasa Asyura

Posted on Dec - 4 - 2011

6 Comments

Telat Membawa Berkah Tweeps…^^

Posted on Oct - 17 - 2010

10 Comments

Jangan Remehkan Air Putih

Posted on Jul - 22 - 2010

0 Comment

Habbatus Sauda Mencegah Sirosis...

Posted on Sep - 29 - 2010

0 Comment

Background Pattern Untuk Blog

Posted on Oct - 13 - 2010

2 Comments

Twitter updates

Sponsors

  • Cheap reliable web hosting from bluehost.com
  • Jualan produk amazon dengan gampang
  • Ebook dan video panduan SEO sesuai algoritma Google terbaru
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.